Sumber : http://www.bethanychurchsydney.org.au
Ringkasan Kotbah : Pdt. Sugandi
Tanggal : 18 May 2008
Warisan mempunyai
arti yang berbeda di perjanjian lama dan perjanjian baru. Di perjanjian
lama warisan sering kali di artikan tanah, harta, kuasa, dan sejenisnya.
Tetapi di perjanjian baru warisan indentik dengan suatu hubungan ayah
dan anak.
Di perumpamaan kebun anggur (Markus 12: 1-11), dapat kita simpulkan bahwa Tuhan Yesus adalah ahli waris tunggal, sedangkan dari Galatia 4: 6-7 Gereja (kita semua orang percaya) adalah ahli waris bersama. Sekarang pertanyaanya adalah berupa apakah warisan Tuhan itu?
1. Kerajaan Allah (Matius 21:43, Matius 25: 34, 1Korintus 6: 9, 1 Korintus 15: 50).
Kerajaan
disini bukan berarti suatu tempat, negara, atau semacam itu. Tetapi
kerajaan Allah disini adalah suatu nuansa dimana Yesus adalah Raja dan
kita sebagai rakyatNya. Dalam hidup kita siapakah yang menjadi raja atas
hidup kita? Masih diri kita sendiri atau sudahkah kita menjadikan Yesus
sebagai Raja atas hidup kita?
2. Hidup yang kekal (Matius 19:29, Lukas 10: 25, 1 Timotius 6: 18-19).
Hidup
yang kekal tidak hanya berbicara tentang lamanya jangka waktu, tetapi
juga berbicara tentang kualitas hidup yang sebenarnya. Hidup yang kekal
adalah kualitas kehidupan dimana kehendak Allah terjadi dalam hidup
kita, yaitu hidup di bawah pimpinan Tuhan (Kerajaan Allah). Kapankah
kita memperoleh warisan hidup yang kekal ini? Sekarang juga pada saat
kita percaya dan taat pada Tuhan (Yohanes 3: 16, 36).
Ada banyak lagi
warisan-warisan Tuhan yang lain, tetapi point-point diatas adalah dua
dari yang terutama. Kita sudah mendapatkan sebagian dari warisan-warisan
Tuhan, belum semuanya. Tetapi Tuhan sudah memberikan jaminanNya kepada
kita, yaitu Roh Kudus (Efesus 1: 14, 2 Korintus 1: 21-22, 2 Korintus 5:
5).
Tuhan Yesus memberkati.
0 comments:
Post a Comment