Sunday, January 22, 2012

Dunia Gemar dan Soraklah: Hati yang Berserah

- Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville -

Baca: Lukas 1:26-38

Bunda Maria
Bagaimana sikap Maria saat menerima pesan bahwa ia akan mengandung dan melahirkan Tuhan Yesus? Kata yang paling tepat untuk mengungkapkan sikap Maria adalah “berserah”. Apa arti kata “berserah”? Pertama, berserah artinya tetap percaya meskipun tidak mengerti. Sejak malaikat Gabriel menampakkan diri dan memberi salam (1:28), Maria sudah diliputi kebingungan karena salam itu biasanya hanya ditujukan pada orang yang status sosialnya tinggi atau orang yang dipilih khusus oleh Allah, tidak seperti dirinya. Kebingungannya bertambah ketika malaikat memberitahukan bahwa dirinya akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang harus diberi nama “Yesus” (1:31), padahal mustahil seorang perawan seperti dirinya (mungkin usianya ± 12 tahun) dapat mengandung dan melahirkan. Sekalipun demikian, ia tetap percaya. Kedua, berserah artinya taat melakukan meskipun tidak mengerti. Respons Maria (1:38) menunjukkan bahwa ia berserah penuh. Ia menyadari bahwa sebagai hamba Allah, ia harus taat secara total pada kehendak Allah.

Pemahaman tentang berserah di atas berbeda dengan iman yang buta, yang hanya bermodalkan percaya saja. Kita bisa tetap percaya meskipun kita tak mengerti karena kita mengenal siapa Allah yang kita percaya. Kita bisa tetap taat meskipun tak mengerti karena kita mengenal siapa diri kita di hadapan Allah. Sesungguhnya, Natal takkan berarti apa-apa tanpa hati yang penuh penyerahan untuk melakukan apa yang Tuhan inginkan. Sebagai komitmen kita dalam merayakan Natal tahun ini, marilah kita mengumandangkan perkataan “Bri hatimu kepada-Nya” yang terkandung dalam lagu “Dunia Gemar dan Soraklah” (KPK 88). [LSS]

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More