- Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville -
Baca: Lukas 1:26-38
 |
| Bunda Maria |
Bagaimana sikap Maria saat menerima pesan bahwa ia akan mengandung
dan melahirkan Tuhan Yesus? Kata yang paling tepat untuk mengungkapkan
sikap Maria adalah “berserah”. Apa arti kata “berserah”? Pertama,
berserah artinya tetap percaya meskipun tidak mengerti. Sejak malaikat
Gabriel menampakkan diri dan memberi salam (1:28), Maria sudah diliputi
kebingungan karena salam itu biasanya hanya ditujukan pada orang yang
status sosialnya tinggi atau orang yang dipilih khusus oleh Allah, tidak
seperti dirinya. Kebingungannya bertambah ketika malaikat
memberitahukan bahwa dirinya akan mengandung dan melahirkan seorang anak
laki-laki yang harus diberi nama “Yesus” (1:31), padahal mustahil
seorang perawan seperti dirinya (mungkin usianya ± 12 tahun) dapat
mengandung dan melahirkan. Sekalipun demikian, ia tetap percaya. Kedua,
berserah artinya taat melakukan meskipun tidak mengerti. Respons Maria
(1:38) menunjukkan bahwa ia berserah penuh. Ia menyadari bahwa sebagai
hamba Allah, ia harus taat secara total pada kehendak Allah.
Pemahaman tentang berserah di atas berbeda dengan iman yang buta,
yang hanya bermodalkan percaya saja. Kita bisa tetap percaya meskipun
kita tak mengerti karena kita mengenal siapa Allah yang kita percaya.
Kita bisa tetap taat meskipun tak mengerti karena kita mengenal siapa
diri kita di hadapan Allah. Sesungguhnya, Natal takkan berarti apa-apa
tanpa hati yang penuh penyerahan untuk melakukan apa yang Tuhan
inginkan. Sebagai komitmen kita dalam merayakan Natal tahun ini, marilah
kita mengumandangkan perkataan “Bri hatimu kepada-Nya” yang terkandung
dalam lagu “Dunia Gemar dan Soraklah” (KPK 88). [LSS]
0 comments:
Post a Comment