Sumber : http://getgod.tripod.com
"Akhir
kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah
pada perintah-perintahNya karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena
Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala
sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat" (Pkh
12:13-14)
Sebagian
orang bereaksi negatif terhadap kata takut akan Tuhan. Tuhan menurut
mereka adalah Tuhan yang penuh kasih, baik dan lembut- dan itu memang
benar. Mereka menganggap sebagai pengikut Yesus, dosa yang mengikat mereka
telah dipatahkan- dan itu juga benar. Dengan demikian, apakah nasihat
Salomo hanya berlaku buat orang-orang yang tidak percaya di masa
Perjanjian Lama? Tentu saja tidak, karena Salomo berbicara pada semua
orang untuk takut akan Tuhan. Lebih dari itu, nasihat takut akan Tuhan
juga berulang kali disebutkan di Perjanjian Baru.
Apa
Arti Takut Akan Tuhan?
Ada banyak
diantara kita yang takut akan banyak hal seperti takut akan ketinggian,
takut akan keramaian, takut berada di dalam lift, atau juga takut akan
serangga. Sebagian bahkan membutuhkan terapi untuk mengatasinya. Takut
akan Tuhan bukanlah seperti itu. Pengertian takut akan Tuhan menjadi jelas
jika kita mengerti siapa dan seperti apa Tuhan itu.
Secara
Alkitabiah, takut akan Tuhan berbicara tentang kekuatan, kebesaran,
otoritas dan kekudusan Tuhan. Takut akan Tuhan adalah wujud ketakutan yang
sehat. Artinya kita menghormati Dia, patuh dalam penghakimanNya atas
dosa-dosa kita, berpegang pada Dia, mengenali Dia sebagai Tuhan yang
absolut dan memuliakanNya. Takut akan Tuhan akan membawa kita lebih
dekat pada Tuhan- bukan menjauh dariNya.
Mengapa
Tuhan Menghendaki Kita Untuk Takut PadaNya?
Salomo
berkata, takut akan Tuhan dan patuh padaNya adalah kewajiban setiap orang.
Ams 1:7 dan Ams 9:10 mengajarkan bahwa takut akan Tuhan adalah permulaan
pengetahuan dan awal dari hikmat. Saat kita takut akan Tuhan, berserah dan
memuliakanNya, kita sebenarnya menunjukkan bahwa kita mengenal Dia. Antara
yang diciptakan dengan Sang Pencipta. Takut akan Tuhan menunjukkan bahwa
kita menanggapi Tuhan dengan sungguh-sungguh dan kita berkeinginan untuk
terus menyenangkanNya dengan segala perbuatan dan perkataan. Bahwa kita
mendasarkan semuanya pada Tuhan, setiap waktu, setiap saat. Sehingga
dengan demikian kita berkenan di hadapanNya dalam menghadapi tahta
pengadilan Kristus.
Takut
Akan Tuhan Mempersiapkan Kita
Begitu
banyak orang yang tidak mengerti pentingnya hidup dengan rasa takut akan
Tuhan yang wajar. Ada orang-orang yang terlihat religius, setidaknya
mereka ke gereja setiap minggu. Ada pula yang mengaku percaya akan Tuhan
tetapi sehari-harinya memberikan Tuhan waktu yang terlalu sedikit.
Walaupun mereka mengaku percaya, tetapi mereka hidup selayaknya
orang-orang yang tidak percaya. Itu sebabnya Alkitab penuh dengan
peringatan untuk takut akan Tuhan.
Seringkali
kita lupa akan Tuhan, mudah bagi kita untuk terfokus pada pemikiran kita
sendiri dalam kehidupan dan menjadi lupa akan tujuan utama Tuhan
memberikan kita kehidupan. Dia menginginkan kesetiaan kita, kasih kita,
kebersekutuan kita dan puji-pujian kita. Sesungguhnya, tujuan kita yang
terutama adalah untuk mempererat hubungan kita dengan Tuhan. Dengan rasa
takut akan Tuhan dan berpegang pada perintah-perintahNya, kita akan berani
dan siap menghadapi hari penghakiman untuk kemudian masuk dalam kehidupan
kekal bersamaNya di surga.

0 comments:
Post a Comment