Monday, December 12, 2011

PADA WAKTU PAGI AKU MENCARIMU

Robert Murray McChyeyne


Orang-orang yang telah berbuat paling banyak bagi Allah di dalam dunia ini, sudah berlutut di hadapan Allah lebih dulu pada waktu pagi. ia yang membuang waktu paginya yang penuh dengan kesempatan baik dan kesegarannya, dan yang mengisinya dengan usaha-usaha lain daripada mencari Allah, akan kurang berhasil di dalam mencari Dia pada sisa hari itu. Jika Allah tidak menjadi pikiran dan usaha kita yang pertama di waktu pagi, maka ia akan berada pada tempat terakhir dalam sisa hari itu.
 Yang mendorong bangun dan berdoa pada waktu pagi adalah keinginan yang meluap-luap untuk mencari Allah. Keengganan di waktu pagi adalah tanda hati yang tak berdaya. Hati yang terlambat dalam mencari Allah di waktu pagi telah kehilangan kesukaannya akan Allah. Hati Daud bernyala-nyala mencari Allah. Ia lapar dan dahaga akan Allah, dan itulah sebabnya ia mencari Allah di waktu pagi sebelum fajar menyingsing. Kristus sendiri rindu akan persekutuan dengan Allah Bapa, dan itulah sebabya ia bangun pagi-pagi benar naik ke gunung untuk berdoa disana. Murid-muridNya apabila mereka bangun dan menjadi malu karena keterlambatan mereka, mereka akan mengetahui di mana mereka dapat menemukan Dia.

Suatu kerinduan akan Allah yang tidak dapat memutuskan belenggu ketiduran adalah suatu hal yang lemah, dan tidak akan berbuat baik bagi Allah. Kerinduan akan Allah yang yang didahului oleh setan dan dunia pada permulaan setiap hari, tak akan pernah mendapatkan Allah.

Memang, bukan semata-mata hal bangun pagi saja yang menempatkan manusia di garis depan dan menjadikan mereka jenderal-jenderal tentara Allah, tetapi juga keinginan yang meluap-luap, yang dikuasai oleh Allah dan yang mematahkan semua belenggu memanjakan diri sendiri. Hal bangun pagi itu memberikan jalan keluar, meningkatkan dan menguatkan keinginan itu. Jika mereka tetap berbaring di tempat tidurdan memanjakan diri mereka sendiri, keinginan itu akan menjadi dingin dan padam. Keinginan itu membangkitkan mereka dan menempatkan mereka pada usaha bagi Allah, dan karena mereka memperhatikan dan bertindak menurut panggilan Allah, maka hal itu juga menberikan kekuatan iman mereka dan memberi hati mereka yang termanis dan penuh pernyataan Allah. Kekuatan iman dan kepenuhan pernyataan Allah yang menjadikan mereka oran-orang saleh oleh keunggulan dan cahaya kesalehan mereka telah menerangi kita, dan kitapun telah memasuki kesukaan kemenangan mereka. Tetapi sayangnya kita mengutamakan kesukaannya dan bukan apa yang dihasilkannya. Kita membangun kubur-kubur mereka dan menulis peringatan-peringatan pada batu nisan mereka, dan kita tidak mau mengikuti teladan mereka.
Kita memerlukan suatu generasi pengkohotbah ataupun pendeta-pendeta yang sungguh-sungguh mencari Allah, dan mencariNya pada waktu pagi, yang membiarkan permulaan dan kesegaran serta usaha-usaha mereka bagi Allah, lalu menerima kembali kesegaran dan kepenuhan kuasaNya, sehingga ia dapat menjadi bagaikan embun pagi bagi mereka penuh kegembiraan dan kekuatan dalam segala kepanasan, dan kelelahan pekerjaan sepanjang hari itu. Kemalasan kita dalam mencari Allah adalah teriakan dosa kita. Anak-anak dunia ini jauh lebih cerdik daripada kita. Mereka bangun pagi-pagi dan sudah siap di tempat kerja dan bekerja terus menerus sampai jauh malam. Kita tidak mencari Allah dengan semangat dan kerajinan yang bergelora. Tidak ada seorangpun akan mendapatkan Allah jika ia tidak dengan giat mengikuti Dia, dan tidak ada satu jiwapun yang dengan giat mengikuti Allah jika ia tidak mencariNya di waktu pagi.

(Kuasa Karena Doa, E.M.Bounds)

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More