Robert Murray McChyeyne
Orang-orang yang telah
berbuat paling banyak bagi Allah di dalam dunia ini, sudah berlutut di hadapan
Allah lebih dulu pada waktu pagi. ia yang membuang waktu paginya yang penuh
dengan kesempatan baik dan kesegarannya, dan yang mengisinya dengan usaha-usaha
lain daripada mencari Allah, akan kurang berhasil di dalam mencari Dia pada
sisa hari itu. Jika Allah tidak menjadi pikiran dan usaha kita yang pertama di
waktu pagi, maka ia akan berada pada tempat terakhir dalam sisa hari itu.
Yang mendorong
bangun dan berdoa pada waktu pagi adalah keinginan yang meluap-luap untuk
mencari Allah. Keengganan di waktu pagi adalah tanda hati yang tak berdaya.
Hati yang terlambat dalam mencari Allah di waktu pagi telah kehilangan
kesukaannya akan Allah. Hati Daud bernyala-nyala mencari Allah. Ia lapar dan
dahaga akan Allah, dan itulah sebabnya ia mencari Allah di waktu pagi sebelum
fajar menyingsing. Kristus sendiri rindu akan persekutuan dengan Allah Bapa,
dan itulah sebabya ia bangun pagi-pagi benar naik ke gunung untuk berdoa
disana. Murid-muridNya apabila mereka bangun dan menjadi malu karena
keterlambatan mereka, mereka akan mengetahui di mana mereka dapat menemukan
Dia.
Suatu kerinduan akan
Allah yang tidak dapat memutuskan belenggu ketiduran adalah suatu hal yang
lemah, dan tidak akan berbuat baik bagi Allah. Kerinduan akan Allah yang yang
didahului oleh setan dan dunia pada permulaan setiap hari, tak akan pernah
mendapatkan Allah.
Memang, bukan
semata-mata hal bangun pagi saja yang menempatkan manusia di garis depan dan
menjadikan mereka jenderal-jenderal tentara Allah, tetapi juga keinginan yang
meluap-luap, yang dikuasai oleh Allah dan yang mematahkan semua belenggu
memanjakan diri sendiri. Hal bangun pagi itu memberikan jalan keluar,
meningkatkan dan menguatkan keinginan itu. Jika mereka tetap berbaring di
tempat tidurdan memanjakan diri mereka sendiri, keinginan itu akan menjadi
dingin dan padam. Keinginan itu membangkitkan mereka dan menempatkan mereka
pada usaha bagi Allah, dan karena mereka memperhatikan dan bertindak menurut
panggilan Allah, maka hal itu juga menberikan kekuatan iman mereka dan memberi
hati mereka yang termanis dan penuh pernyataan Allah. Kekuatan iman dan
kepenuhan pernyataan Allah yang menjadikan mereka oran-orang saleh oleh
keunggulan dan cahaya kesalehan mereka telah menerangi kita, dan kitapun telah memasuki
kesukaan kemenangan mereka. Tetapi sayangnya kita mengutamakan kesukaannya dan
bukan apa yang dihasilkannya. Kita membangun kubur-kubur mereka dan menulis
peringatan-peringatan pada batu nisan mereka, dan kita tidak mau mengikuti
teladan mereka.
Kita memerlukan suatu
generasi pengkohotbah ataupun pendeta-pendeta yang sungguh-sungguh mencari
Allah, dan mencariNya pada waktu pagi, yang membiarkan permulaan dan kesegaran
serta usaha-usaha mereka bagi Allah, lalu menerima kembali kesegaran dan
kepenuhan kuasaNya, sehingga ia dapat menjadi bagaikan embun pagi bagi mereka
penuh kegembiraan dan kekuatan dalam segala kepanasan, dan kelelahan pekerjaan
sepanjang hari itu. Kemalasan kita dalam mencari Allah adalah teriakan dosa
kita. Anak-anak dunia ini jauh lebih cerdik daripada kita. Mereka bangun
pagi-pagi dan sudah siap di tempat kerja dan bekerja terus menerus sampai jauh
malam. Kita tidak mencari Allah dengan semangat dan kerajinan yang bergelora.
Tidak ada seorangpun akan mendapatkan Allah jika ia tidak dengan giat mengikuti
Dia, dan tidak ada satu jiwapun yang dengan giat mengikuti Allah jika ia tidak
mencariNya di waktu pagi.
(Kuasa
Karena Doa, E.M.Bounds)
0 comments:
Post a Comment