Wednesday, December 21, 2011

Apa yang Kita Percaya Tentang Manusia

Moral/Ahklak Bebas Seseorang
 Tuhan menciptakan manusia sesuai dengan rupa/gambarNya, tanpa dosa, dengan moral yang bebas dan bertanggung jawab dalam memilih baik dan buruk, benar dan salah. Dari dosa Adam, dimana manusia adalah keturunan Adam dirusak pada sifat paling dasar manusia sehingga sejak dari lahir manusia telah membawa dosa. Manusia tidak mampu dengan kekuatan sendiri dan bekerja untuk memulihkan hubungan yang benar dengan Tuhan untuk mendapat keselamatan yang kekal.Tuhan Yang  Maha Kuasa menyediakan semua sumber Trinitas untuk membuat mungkin bagi manusia menjawab kasih karuniaNya melalui keyakinan di dalam Yesus Kristus sebagai Penyelamat dan Raja. Dengan kasih karunia Tuhan dan menolong orang lain, manusia mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik sesuai kemauan.
(Kejadian 1:27, Mazmur 51:5; 130:3, Roma 5:17-19, Efesus 2:8-10)

Hukum Hidup dan Cinta
Hukum Tuhan untuk semua kehidupan manusia, pribadi dan bermasyarakat, dinyatakan didalam dua perintah Tuhan: “Cintailah Tuhan Allah mu dengan segenap hatimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti kamu mengasihi diri sendiri”. Perintah ini menunjukkan apa yang terbaik bagi seseorang di dalam hubungan mereka dengan Tuhan, dengan sesama, dan masyarakat. Perintah tersebut menetapkan prinsip-prinsip kewajiban manusia di dalam pribadi diri sendiri dan kehidupan bermasyarakat. Perintah tersebut juga mengakui Tuhan sebagai satu satunya penguasa. Semua manusia sebagai ciptaan-Nya dan di dalam gambarNya memiliki hak yang sama tanpa membedakan jenis kelamin, suku atau warna kulit. Oleh karena itu semua manusia seharusnya memberi kepatuhan yang mutlak kepada Tuhan di dalam pribadi diri sendiri, masyarakat, dan berpolitik. Manusia seharusnya berjuang  untuk melindungi kehormatan orang lain, dan menghormati mereka sesama manusia, menghormati hak sesama, dan kebahagiaan terbesar sesama di dalam kepemilikan dan pelaksanaan hak dalam hukum moral.
(Matius 23:35-40, Yohanes 15:17, Galatia 3:28, 1 Yohanes 4:19-21)

Pekerjaan-pekerjaan Baik  
Pekerjaan-pekerjaan Baik  adalah buah dari keyakinan di dalam Yesus Kristus, tetapi pekerjaan-pekerjaan tidak dapat menyelamatkan kita dari dosa kita maupun dari keputusan Tuhan. Sebagai ungkapan dari keyakinan umat Kristen dan cinta, pekerjaan-pekerjaan baik kita dilakukan dengan rasa hormat dan rendah hati, keduanya diterima dan menyenagkan bagi Tuhan. Akan tetapi, pekerjaan-pekerjaan baik tidak mendapat anugrah Tuhan.
(Matius 5:16; 7:16-20, Roma 3:27-28, Efesus 2:10, 2 Timotius 1:8-9, Titus 3:5)


Saturday, December 17, 2011

Siapakah Yesus Kristus?

Berbeda dengan pertanyaan, “Apakah ada Allah?” jarang orang mempertanyakan apakah Yesus Kristus ada. Pada umumnya Yesus dipandang sebagai seseorang yang hidup di bumi di Israel 2000 tahun yang lampau. Perdebatan baru dimulai ketika topik mengenai identitas Yesus didiskusikan. Hampir setiap agama besar mengajarkan bahwa Yesus adalah seorang nabi, atau guru yang baik atau seorang manusia yang saleh. Masalahnya Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Yesus lebih dari sekedar seorang nabi, guru yang baik atau orang yang saleh.

C.S. Lewis dalam bukunya Mere Christianity menulis: “Saya berusaha mencegah orang dari mengatakan hal-hal yang bodoh yang biasanya orang katakan mengenai Dia [Yesus Kristus]: “Saya siap untuk menerima Dia sebagai seorang pengajar moral yang agung, tapi saya tidak menerima klaim bahwa Dia adalah Allah.” Ini adalah sesuatu yang kita tidak boleh katakan. Seorang manusia biasa dan mengucapkan apa yang dikatakan oleh Yesus tidak mungkin merupakan seoarng pengajar moral yang agung. Kalau orang itu bukan orang gila – yang setara dengan orang yang mengatakan bahwa dia adalah telur rebus – atau dia adalah si Iblis dari neraka. Engkau harus menentukan pilihanmu. Apakah orang ini adalah Anak Allah, atau orang gila atau lebih parah…. Engkau bisa menutup telinga dan menganggap Dia orang bodoh, engkau bisa meludahi Dia dan membunuh Dia sebagai iblis, atau engkau bisa tersungkur di kakiNya dan menyebut Dia Tuhan dan Allah. Tapi jangan mencari alasan yang tidak-tidak dengan mengatakan bahwa Dia hanyalah seorang pengajar yang agung. Dia tidak memberikan opsi itu kepada kita. Dia tidak bermaksud untuk melakukan itu.

Jadi siapakah Yesus? Apa kata Alkitab mengenai Dia? Pertama-tama, mari kita lihat kata-kata Tuhan Yesus dalam Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu.” Sekilas, ini kelihatannya bukan merupakan sebuah klaim bahwa Dia adalah Allah. Namun kalau dilihat dari reaksi orang-orang Yahudi terhadap pernyataan ini "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah." (Yohanes 10:33). Orang-orang Yahudi mengerti pernyataan Yesus sebagai sebuah klaim bahwa Dia adalah Allah. Dalam ayat-ayat berikutnya Yesus tidak pernah mengoreksi orang-orang Yahudi dengan mengatakan, “Saya tidak mengaku diri sebagai Allah.” Hal ini menunjukkan bahwa Yesus betul-betul mengatakan bahwa Dia adalah Allah dengan mengumumkan, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30). Yohanes 8:58 adalah contoh lainnya. Yesus memproklamirkan, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Kembali orang-orang Yahudi berespon dengan mengambil batu dan berusaha melempari Yesus (Yohanes 8:59). Yesus mengumumkan identitasnya dengan menggunakan “Aku adalah” yang adalah merupakan penerapan langsung dari nama Allah dalam Perjanjian Lama (Keluaran 3:14). Mengapa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu kalau bukan karena Dia mengatakan sesuatu yang mereka anggap menghujat Allah, yaitu dengan mengaku diri sebagai Allah?

Yohanes 1:1 mengatakan, “Firman itu adalah Allah.” Yohanes 1:14 mengatakan, “Firman itu telah menjadi manusia.” Ini jelas mengindikasikan bahwa Yesus adalah Allah dalam wujud manusia. Thomas sang murid mengungkapkan pada Yesus, "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28). Yesus tidak mengoreksi dia. Rasul Paulus menggambarkan Dia sebagai, “…Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (Titus 2:13). Rasul Petrus mengatakan hal yang sama, “…Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 1:1). Allah Bapa adalah Saksi dari identitas Yesus yang sepenuhnya, “Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.” Nubuat-nubuat mengenai Kristus dalam Perjanjian Lama menyatakan keillahianNya, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”

Jadi, sebagaimana dikatakan oleh C.S. Lewis, percaya kepada Yesus sebagai seorang guru yang baik bukanlah sebuah pilihan. Yesus dengan jelas dan tak dapat disangkali mengakui diriNya sebagai Allah. Kalau Dia bukan Allah, Dia adalah seorang pendusta dan bukanlah seorang nabi, guru yang baik atau manusia yang beribadah. Dalam usaha untuk menjelaskan apa yang dikatakan oleh Yesus, para “sarjana-sarjana” modern mengatakan bahwa “Yesus sejarah yang sejati” tidak mengucapkan banyak hal yang Alkitab katakan sebagai diucapkan oleh Yesus. Siapakah kita yang dapat berdebat dengan Firman Tuhan mengenai apa yang Yesus katakan atau tidak katakan? Bagaimana seorang “sarjana” yang dua ribu tahun terpisah dari Yesus dapat lebih mengerti apa yang Yesus katakan dan tidak katakan dibanding dengan mereka yang hidup bersama Dia, melayani bersama Dia dan diajar langsung oleh Yesus sendiri (Yohanes 14:26)?

Mengapa pertanyaan mengenai identitas Yesus yang sebenarnya begitu penting? Mengapa penting kalau Yesus itu Allah atau bukan? Alasan yang paling penting bahwa Yesus haruslah Allah adalah bahwa jikalau Dia bukan Allah, kematianNya tidaklah cukup untuk membayar hutang dosa seluruh dunia (1 Yohanes 2:2). Hanya Allah yang dapat membayar hutang sebesar itu (Roma 5:8; 2 Korintus 5:21). Yesus haruslah Allah sehingga Dia dapat membayar hutang kita. Yesus haruslah manusia supaya Dia bisa mati. Keselamatan hanya tersedia melalui iman di dalam Yesus Kristus! Keillahian Yesus adalah alasan mengapa Dia adalah satu-satunya jalan keselamatan. Keillahian Yesus adalah penyebab mengapa Dia mengumumkan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

Apa artinya Allah adalah kasih?

Pertama-tama kita perlu melihat bagaimana Firman Tuhan, Alkitab, menggambarkan ”kasih,” dan kemudian kita akan melihat beberapa cara pengajaran ini diterapkan pada Allah. ”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap” (1 Korintus 13:4-8).

Ini adalah cara Allah menggambarkan kasih. Allah adalah seperti yang digambarkan itu, dan orang Kristen perlu menjadikan ini sebagai tujuan mereka (walaupun selalu dalam proses). Ekspresi yang paling utama dari kasih Allah dikomunikasikan kepada kita dalam Yohanes 3:16 dan Roma 5:8. ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Dari ayat-ayat ini kita bisa melihat bahwa Allah sangat menginginkan kita bersama-sama dengan Dia dalam rumahNya yang kekal, Surga. Dia telah membuka jalan dengan membayar harga dosa-dosa kita. Dia mengasihi kita karena Dia memilih untuk melalukan hal itu. ”Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak” (Hosea 11:8). Kasih mengampuni. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).

Kasih (Allah) tidak memaksakan diri pada orang lain. Orang-orang yang datang kepadaNya, datang kepadaNya sebagai respons terhadap kasihNya. Kasih (Allah) menyatakan kemurahan pada semua orang. Kasih (Yesus) berbuat baik kepada semua orang tanpa memandang bulu. Kasih (Yesus) tidak cemburu pada apa yang orang lain miliki, hidup sederhana tanpa mengeluh. Kasih (Yesus) tidak membesar-besarkan diri sekalipun Dia dapat mengalahkan semua orang lain. Kasih (Allah) tidak menuntut ketaatan. Allah tidak menuntut ketaatan dari sang Anak, namun sang Anak secara sukarela menaati BapaNya di surga. ”Dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku” (Yohanes 14:31). Kasih (Yesus) selalu memperhatikan kepentingan orang lain.

Gambaran singkat mengenai kasih ini mengungkapkan hidup yang tidak mementingkan diri sendiri, sesuatu yang bertentangan dengan hidup mementingkan sendiri dari dunia ini. Yang luar biasa, Tuhan telah memberikan kepada mereka yang menerima AnakNya, Yesus, sebagai Juruselamat mereka dari dosa, kemampuan untuk mengasihi sebagaimana Dia mengasihi. Dia memberikan ini melalui kuasa Roh Kudus (lihat Yohanes 1:12; 1 Yohanes 3:1, 23, 24). Suatu tantangan dan hak istimewa yang luarbiasa!

Pertobatan

PERTOBATAN KEMUNGKINAN BESAR ADALAH KATA YANG SERING DISALAH PAHAMKAN.
PERTOBATAN KESELAMATAN BUKANLAH:
1. Pertobatan keselamatan bukanlah penyesalan atas dosa-dosamu.
2. Pertobatan keselamatan bukanlah berpaling dari dosa-dosamu atau memperbaharui hidupmu.
3. Pertobatan keselamatan bukanlah kerelaanmu untuk memberikan hidupmu pada Allah sehingga Dia bisa mengarahkan hidupmu.
Pertobatan keselamatan tidak ada hubungannya sama sekali dengan menyesali dosa-dosamu atau keputusan untuk berpaling dari dosa-dosamu. Allah bersedia untuk menyelamatkanmu bagaimanapun keadaanmu! Alkitab mengatakan:
"Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." Roma 5:8
PERTOBATAN KESELAMATAN ADALAH:
Pertobatan keselamatan adalah berhenti menaruh kepercayaan bahwa cara untuk mendapatkan hidup kekal melalui agama, upacara-upacara agama, atau ketaatan pada hukum Allah.
Kata "bertobat" berasal dari kata Yunani yang berarti "merubah pikiran." Bagi orang-orang yang percaya bahwa hidup yang kekal dapat diperoleh melalui kelakuan-kelakuan baik diperintahkan oleh Alkitab untuk merubah pikiran mereka atau "bertobat." Mereka diberitahukan untuk berhenti menaruh kepercayaan pada pekerjaan-pekerjaan mereka sendiri, dan datang kepada Allah berdasarkan kasih karunia dan melalui iman saja.
Di Matius 3:7-9 beberapa orang yang beragama percaya bahwa mereka akan ke surga karena mereka adalah keturunan Abraham, bapak dari orang-orang Yahudi. Allah sendiri telah memilih bangsa Yahudi dan mendirikan agama mereka. Mereka percaya bahwa karena mereka penganut agama yang benar, mereka akan masuk ke surga. Yohanes Pembaptis berkata pada mereka bahwa mereka harus bertobat. Artinya, mereka harus berhenti menaruh kepercayaan pada agamanya untuk masuk ke surga.
Lukas 13:1-5 menceritakan tentang sebuah menara di Yerusalem yang runtuh dan memakan korban 18 orang. Orang Yahudi mencari jawaban atas tragedi ini. Mereka sadar bahwa hanya Allah yang tahu rahasia pikiran dan perbuatan seorang manusia. Kemudian mereka berpendapat, mungkin 18 korban yang ditimpa oleh menara Siloam sebenarnya adalah 18 orang yang paling berdosa di seluruh Yerusalem. Allah bisa saja megumpulkan mereka semua pada waktu dan tempat yang ditetapkan untuk melaksanakan penghakimanNya. Hanya orang-orang yang paling berdosa yang layak akan penghakiman Tuhan. Orang-orang Yerusalem lainnya (mereka yang tidak terbunuh dalam keruntuhan menara) rupanya menjalani kehidupan yang baik sehingga tidak terkena penghakiman Tuhan. Akan tetapi, percaya akan hal ini berarti percaya bahwa keselamatan diperoleh dengan melakukan hukum. Yesus memperingatkan orang-orang yang percaya akan hal ini bahwa mereka menghadapi penghukuman kekal dari Allah. Dia memerintahkan mereka untuk bertobat - - - untuk meninggalkan semua pengharapan yang menjamin suatu posisi yang benar di hadapan Tuhan dengan melakukan hukum, dan hanya percaya kepada Yesus untuk keselamatan mereka.
Dalam Ibrani 9:9-14 Alkitab menyebut sakramen-sakramen atau upacara-upacara agama dimana manusia mencoba menjangkau Tuhan, adalah "pekerjaan sia-sia." Beberapa pasal sebelumnya, pengarang yang sama mengatakan pada kita dalam Ibrani 6:1 bahwa "dasar" dari iman Kristiani adalah "pertobatan dari pekerjaan sia-sia dan kepercayaan pada Tuhan." Dengan kata lain, seseorang harus berhenti percaya pada "pekerjaan sia-sia" (yaitu upacara-upacara agama, sakramen-sakramen, dll) sebelum dia bisa menjalani iman keselamatannya dalam Tuhan.
Perintah Alkitab jelas. Jika seorang percaya bahwa agama dapat membawa dia ke surga, dia harus bertobat (Matius 3:7-9). Jika ia percaya bahwa metaati hukum Allah untuk membawa dia ke surga, dia harus bertobat. (Lukas 13:1-5) Dan jika ia percaya bahwa ia harus melakukan upacara agama tertentu untuk diselamatkan, ia harus bertobat, dan berhenti bersandar kepada hal-hal itu menyelamatkan dirinya (Ibrani 6:1). Seperti perempuan di halaman 14, ia harus mengantongi kembali "uangnya" dan menerima hidup kekal sebagai hadiah cuma-cuma!
Iman dalam Yesus tidak akan menyelamatkan engkau, jika engkau percaya bahwa Yesus mati untuk dosa-dosamu, dan engkau juga masih percaya bahwa engkau harus dibaptis, pergi ke gereja, atau mematuhi Sepuluh Hukum Allah untuk "membantu" engkau masuk ke surga. Engkau tidak bisa begitu saja menambahkan Yesus dalam daftar yang panjang dengan hal-hal yang lain yang harus engkau lakukan untuk masuk ke surga. Engkau harus sama sekali menolak semua hal-hal lainnya yang tidak berharga untuk mendapatkan keselamatan, dan hanya percaya kepada Yesus Kristus.
PERTOBATAN YANG MENYELAMATKAN


APABILA IMAN ADALAH TANGAN YANG MENERIMA
KESELAMATAN MELALUI YESUS KRISTUS,
PERTOBATAN ADALAH TANGAN YANG MENOLAK
KESELAMATAN MELALUI CARA-CARA YANG LAIN.

Iman keselamatan bukan hanya menekankan bahwa kematian Yesus itu perlu, tetapi iman keselamatan itu harus menegaskan bahwa hanya kematian Kristus itu cukup! Kematian Kristus itu sendiri sudah cukup untuk membayar dosa-dosamu terpisah dari usaha manusia atau perbuatan baik manusia, dan bahwa iman keselamatan itu adalah hadiah cuma-cuma yang hanya tersedia melalui iman, dan terpisah dari upaya apapun atau kelakuan baik manusia. (lihat Galatia 2:21, 3:10-14, 5:1-5)
Kembali ke halaman 3. Apakah jawabanmu atas pertanyaan "mengapa Allah harus memperbolehkan engkau masuk ke dalam Surga?" Jikalau kamu berkata kamu harus dibaptis, menjalani hidup yang baik, atau melakukan hal-hal lainnya selain percaya pada Kristus saja, engkau harus bertobat. Engkau harus berhenti percaya dalam hal-hal keagamaan yang engkau sudah lakukan di masa lalu atau yang kemungkinan akan dilakukan di masa mendatang, dan percaya pada Kristus saja.
UNTUK MERINGKAS:

Karena dosa memisahkan manusia dari Allah, dan karena Yesus sudah membayar dosa-dosa kita di atas kayu salib, manusia hanya dapat mempunyai hubungan dengan Allah melalui Yesus Kristus saja.
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." Yohanes 14:6

Pernahkah engkau percaya bahwa hidup menurut standar kebaikan atau melakukan peraturan-peraturan agama itu perlu untuk masuk ke surga?
Apakah engkau masih percaya dalam hal-hal tersebut untuk menyelamatkan dirimu?
Apakah engkau mengerti apa yang Yesus lakukan di atas kayu salib untukmu?
Dapatkah kamu menjelaskannya dengan kata-katamu sendiri?
Pernahkah ada orang yang menjelaskan hal ini kepadamu?
Sekarang, dengan cara terbaik yang engkau tahu, apakah engkau percaya apa yang Yesus sudah genapi diatas kayu salib untuk engkau adalah segalanya yang engkau perlukan untuk menghapus dosa-dosamu dan membawa engkau ke surga?

Source : http://www.creationism.org/gospel/bahasa/Gospel06.htm

MESSIAS DAN DUNIA BARU

Oleh Pdt. Yohanes Bambang Mulyono Renungan Minggu, 7 Desember 2008
Tahun B: Adven II

MESSIAS DAN DUNIA BARU

Yes. 40:1-11; Mzm. 85:1-2, 8-13; II Petr. 3:8-15; Mark. 1:1-8


Pengantar
Menurut para ahli terdapat periode yang cukup panjang di antara masa akhir Perjanjian Lama dengan awal Perjanjian baru. Masa antara akhir dari kitab Perjanjian Lama dengan awal dari Perjanjian Baru tersebut berlangsung sekitar 400 tahun. Selama masa itu umat tidak memperoleh wahyu dari Tuhan. Itu sebabnya masa antara akhir periode Perjanjian Lama dengan masa awal Perjanjian Baru sering disebut dengan “masa sunyi” (silent period). Tentunya selama 400 tahun kehidupan umat secara faktual tetap dipenuhi oleh hiruk pikuk sejarah dan berbagai pasang-surut peristiwa. Tetapi selama masa sekitar 4 abad tersebut, umat tidak memperoleh penyataan Allah dan firmanNya. Sehingga selama masa sunyi tersebut, umat lebih cenderung menanti-nantikan datangnya penyataan Allah dalam sejarah dan kehidupan mereka. Kini pada saat yang telah ditentukan Allah, penyataan Allah tersebut akhirnya datang. Penyataan Allah tersebut hadir dalam kehidupan Kristus. Itu sebabnya di Mark. 1:1 diawali dengan suatu pernyataan: “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah”. Tentu yang dimaksudkan oleh Injil Markus dengan kata “permulaan” bukan karena Injil Markus merupakan Injil yang muncul pertama kali. Kata “permulaan” yang dipakai oleh Injil Markus lebih menunjuk kepada sejarah atau peristiwa yang dibuat oleh Allah dalam kehidupan umatNya. Setelah masa sunyi yang terentang sekitar 4 abad lamanya, kini Allah berkenan hadir dan bertindak dalam sejarah umatNya. Kehadiran Allah tersebut terjadi dalam diri Yesus Kristus; yang mana Dia adalah Anak Allah. Ini berarti kata “permulaan” yang dipakai oleh Injil Markus bukan hanya untuk menunjuk kepada awal dari penyataan Allah dalam sejarah umatNya, tetapi juga untuk menunjuk kepada suatu proklamasi jati-diri Kristus sebagai Anak Allah. Itu sebabnya sebelum Kristus muncul dalam panggung sejarah, Allah terlebih dahulu mengutus utusanNya yaitu Yohanes Pembaptis untuk mempersiapkan kedatanganNya.

Jadi di dalam Yesus, yang adalah Messias dan Anak Allah, Allah berkenan untuk membuka babak baru dalam sejarah umat manusia. Perjalanan sejarah umat manusia tidak lagi ditentukan dan dikendalikan oleh jatuh bangunnya para penguasa dan raja-raja dunia seperti penaklukkan dunia sebagaimana yang telah dilakukan kerajaan Babel oleh raja Nebukadnezar, Medi-Persia oleh raja Koresy, Yunani oleh Aleksander Agung, dan imperium Romawi yang didirikan oleh Romus dan Remulus; tetapi lebih ditentukan oleh karya keselamatan Allah yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus. Kedatangan Kristus ke dalam dunia pada hakikatnya telah membelah sejarah umat manusia dalam 2 periode besar, yaitu masa sebelum Kristus (sM) dan masa sesudah Kristus (M). Sehingga di dalam Kristus, Allah telah memulai suatu dunia yang sama sekali baru; yaitu suatu dunia yang tidak lagi ditentukan oleh seberapa besar kekuatan fisik dan senjata, atau ditentukan oleh seberapa besar kebijaksanaan yang telah dimiliki oleh manusia; tetapi oleh seberapa luas orang-orang yang mau hidup dalam pertobatan dan menyambut pengampunan dari Allah. Semakin banyak orang yang mau hidup dalam pertobatan dan menyambut pengampunan Allah, maka akan semakin besar pula perubahan kualitatif yang terjadi dalam kehidupan umat manusia. Sehingga dalam kehidupan manusia akan lebih ditandai oleh terwujudnya pemerintahan Allah secara nyata. Dengan demikian makna dunia yang baru adalah manakala setiap orang lebih mengedepankan ketaatan kepada kehendak dan rencana Allah dari pada kehendak dan keinginan pribadi atau kelompoknya. Dalam hal ini kita juga terpanggil untuk mewujudkan pemerintahan Allah dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu dengan memberlakukan kehendak dan rencana Allah, sehingga kehidupan kita senantiasa ditandai oleh pengosongan diri terhadap kehendak dan keinginan diri sendiri.

Muncul Dari Kesunyian Padang Gurun
Karya keselamatan Allah yang terjadi dalam penyataan Kristus menurut Injil Markus, bukan hanya muncul dari “periode sunyi” setelah hampir 400 tahun Allah tidak menyatakan firmanNya kepada umat Israel. Tetapi dalam Injil Markus juga menyatakan bahwa karya keselamatan Allah yang terjadi dalam penyataan Kristus didahului oleh kedatangan Yohanes Pembaptis dari padang gurun. Dalam hal ini Injil Markus secara sengaja menempatkan lokasi tempat padang gurun sebagai panggung pelayanan dan kesaksian Yohanes Pembaptis selaku bentara Kristus. Sebagai bentara Kristus, dia diutus oleh Allah untuk mempersiapkan jalan bagi Kristus, yaitu membawa banyak orang dalam sikap pertobatan. Sehingga saat Kristus hadir di panggung sejarah, umat Israel dapat lebih siap menyambut kedatanganNya dan menerima Dia selaku Messias dan Anak Allah. Sangat menarik bahwa tokoh Yesus Kristus selaku Anak Allah menurut Injil Markus juga muncul secara “misterius”. Sebab Injil Markus tidak pernah menyaksikan kisah kelahiran Tuhan Yesus sebagaimana yang dilakukan oleh Injil Lukas atau Injil Matius. Jadi maksud “misterius” dari kemunculan Tuhan Yesus di sini lebih menunjuk dari tiadanya keterangan atau informasi sedikitpun dari Injil Markus. Cukup dinyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah. Ini merupakan berita yang paling padat tetapi sangat menentukan. Karena dengan predikat diri Yesus sebagai Anak Allah, keseluruhan dari Injil Markus mau menyaksikan bahwa seluruh kuasa mukjizat dan karya Kristus terjadi karena hadirnya penyataan Allah yang sempurna di dalam diriNya. Yesus Kristus bukan sekedar seorang nabi, tetapi inkarnasi dari Anak Allah yang Mahatinggi (Mark. 5:7) Tujuannya adalah agar umat Israel dan pembaca Injil Markus mau percaya kepada Kristus dan hidup dalam pertobatan.

Dengan demikian makin menjadi jelas bahwa karya keselamatan Allah menurut Injil Markus tidak dimulai dari tempat-tempat yang dianggap terhormat dan beradab seperti kota “metropolis” Yerusalem, tetapi diawali dari kesunyian padang gurun. Dalam hal ini hikmat dan kebenaran Allah tidak ditemukan dalam hiruk-pikuk diskusi agama atau percakapan teologis yang hangat di antara para ahli Taurat di kota Yerusalem, tetapi justru ditemukan dalam keheningan dan kesederhanaan hidup di tempat yang sebenarnya tidak pernah diharapkan oleh manusia yaitu padang-gurun. Justru karena padang-gurun merupakan wilayah yang penuh bahaya selain karena langkanya air minum dan bermukimnya berbagai hewan liar, juga merupakan daerah yang sangat gersang dan begitu terik, sehingga manusia akan lebih cenderung bersandar penuh kepada pemeliharaan Allah. Selama berada di padang gurun, setiap orang dapat semakin belajar untuk tidak membesarkan dan mengagungkan dirinya. Setiap orang di padang gurun akan lebih cenderung untuk menyadari betapa rapuh, kecil dan tiada berdaya dirinya. Sehingga hikmat dan kebenaran Allah bukan diperoleh dari banyaknya pengetahuan teologis yang berhasil diserap dan dikuasai oleh manusia, tetapi diperoleh dari sikap yang mau menyadari keterbatasan dirinya yang fana dan lemah. Tanpa kesadaran iman yang demikian, maka kita akan bersikap seperti para ahli Taurat dan imam-imam kepala yang tetap mengeraskan hati saat mereka berhadapan dengan Kristus.

Manakala dalam kehidupan sehari-hari kita mengalami kesunyian hidup yang begitu mencekam, bukankah batin kita sering begitu tersiksa? Kita merasa hidup ini tiada berarti. Itu sebabnya kesunyian hidup berupa perasaan kesepian sering mendorong seseorang untuk bersikap apathis, tidak memiliki semangat hidup, cenderung terlalu introvert (menarik diri dan bergulat dengan pemikiran dan perasaan sendiri); atau sebaliknya berupaya untuk larut dalam hiruk-pikuk dan hingar-bingar keramaian dunia ini. Padahal di balik kesunyian dan kesepian hidup sebenarnya juga mengandung berkat Allah yang tersembunyi sejauh kita mau menyikapi dengan iman dan relasi yang hidup dengan Allah serta sesama. Melalui kesunyian dan keheningan, sebenarnya kita dapat semakin belajar untuk lebih peka akan makna kehadiran Allah dan juga kehadiran sesama. Kita juga dapat belajar lebih rendah hati untuk menaklukkan berbagai temperamen yang sombong dan anggapan diri lebih baik dari pada orang lain. Artinya “padang gurun” kehidupan merupakan simbolisasi dari kenyataan hidup sehari-hari yang seringkali ditandai oleh perasaan sunyi dan sepi. Tetapi dengan sikap iman, dia berhasil mengubahnya menjadi tempat pemurnian temperamen dan kepribadian diri yang penuh cela, sehingga dapat menghasilkan suatu spiritualitas iman yang semakin berbobot dan menghasilkan buah.

Sesuai Janji Dan Nubuat Nabi
Walaupun karya keselamatan Allah di dalam Kristus terlebih dahulu dihadirkan Allah melalui pelayanan Yohanes Pembaptis dari kesunyian padang gurun, namun berita dari Yohanes Pembaptis tersebut memiliki pijakan normatif dari nubuatan kitab nabi Yesaya (Yes. 40). Apa yang diberitakan oleh Yohanes Pembaptis sebenarnya hanyalah penegasan ulang firman Tuhan yang pernah disampaikan Allah kepada umatNya. Sebab Allah tidak pernah lalai dalam menepati janjiNya (bdk. II Petr. 3:9). Dengan demikian berita tentang karya keselamatan Allah tersebut sungguh-sungguh merupakan berita yang berwibawa (otoritatif), sebab merupakan wujud dari perencanaan Allah. Tepatnya, kebenaran berita tentang karya keselamatan Allah yang dinyatakan di dalam diri Kristus tidak dihadirkan dalam ruang kosong, tetapi telah ditetapkan terlebih dahulu oleh Allah. Sehingga kehadiran diri Kristus dalam sejarah hidup manusia bukanlah kehadiran dari seorang tokoh yang “misterius” dan asing. KedatanganNya telah diramalkan dan terus dinanti-nantikan oleh umat sepanjang masa. Namun dalam penyataanNya di dunia, ternyata Kristus tampil dalam bentuk yang tidak terlalu dikenal. Dia memilih untuk menyembunyikan diriNya dalam kesederhanaan dan solidaritasNya di tengah-tengah orang berdosa. Itu sebabnya Kristus datang menemui Yohanes Pembaptis untuk dibaptis bersama dengan umat yang lain di sungai Yordan. Umat Israel waktu itu tidak mengenal jati-diri Kristus yang sesungguhnya. Hanya Yohanes yang mengenali diriNya. Bahkan menurut Injil Markus, sebelum Kristus datang di sungai Yordan, Yohanes Pembaptis telah mengetahui dan mengakui di hadapan publik bahwa Kristus yang akan datang di tengah-tengah mereka adalah lebih berkuasa dari pada dirinya. Dia begitu berkuasa dan mulia, sehingga Yohanes Pembaptis merasa tidak layak untuk membuka tali kasutNya (Mark. 1:8). Sikap Yohanes Pembaptis tersebut makin membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah sebagaimana yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya. Sebab di Yes. 40:9b-10 menyaksikan: “Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!" Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya”. Messias yang dijanjikan Allah menurut nabi Yesaya adalah Allah yang berkuasa.

Betapa sering kita tidak mampu mengenali jati-diri Kristus yang sesungguhnya, padahal Dia sedang hadir di tengah-tengah kehidupan kita. Mata rohani kita seringkali buta, yang mana kesibukan dan dosa-dosa kita telah menghalangi diri kita untuk melihat kehadiran Kristus. Untuk mewujudkan dunia baru yang telah dikerjakan oleh Kristus, kita perlu terus melatih diri agar makin peka sehingga dapat bersikap sebagaimana yang telah dilakukan oleh Yohanes Pembaptis. Kita perlu memproklamirkan kuasa Kristus dengan sikap rendah hati, sehingga melalui hidup kita banyak orang yang tergerak dan terpanggil untuk datang kepada Kristus dengan sikap pertobatan. Jadi yang dipanggil Allah untuk menjadi bentara Kristus, bukan hanya Yohanes Pembaptis; tetapi juga setiap diri kita. Bedanya dengan Yohanes Pembaptis adalah dia mempersiapkan jalan agar banyak umat Israel waktu itu dapat menyambut Kristus. Sedangkan kita dipanggil sebagai pelayan Tuhan untuk berperan sebagai fasilitator yang membawa perjumpaan sesama dengan Kristus. Sedang persamaan panggilan antara Yohanes Pembaptis dengan kita adalah terus-menerus dipanggil untuk menjadikan Kristus sebagai pusat sejarah dan satu-satunya tujuan dalam kehidupan ini. Sehingga kita tidak berhak dan layak untuk menciptakan dunia atau kehidupan menurut kehendak dan keinginan kita, tetapi kita bekerja dan melayani Tuhan untuk menciptakan dunia sebagaimana yang telah ditebus oleh darah Kristus. Perspektif teologis yang demikian akan mengarahkan tujuan dan makna hidup kita untuk tidak bersandar kepada kekuatan dan usaha manusiawi, tetapi mau bersandar kepada kekuatan Roh Kudus. Bukankah sikap iman tersebut juga dinyatakan oleh Yohanes Pembaptis, ketika dia berkata: “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus" (Mark. 1:8)? Pernyataan Yohanes Pembaptis tersebut mau menegaskan bahwa hanya Kristus saja yang dapat mengaruniakan Roh Kudus dan keselamatan kekal. Sehingga tanpa Kristus, manusia tidak akan mungkin dapat hidup menurut kehendak Roh sehingga manusia akan gagal untuk hidup benar di hadapan Allah.

Mengubah Kristus Ataukah Diubah Kristus
Kini banyak orang yang mengaku percaya dan mengikut Kristus. Tetapi apakah hidup mereka sungguh-sungguh telah diubahkan oleh Kristus? Justru yang sering terjadi tanpa mereka sadari adalah berupaya untuk mengubah Kristus menurut kehendak, pemikiran dan selera/keinginan mereka sendiri. Nama Kristus sering mereka ucapkan tetapi karakter dan orientasi kehidupan mereka tetaplah tidak berubah. Tepatnya mereka tetap hidup dalam belenggu dosa. Kalau Allah bersikap sabar justru dipahami oleh mereka sebagai kesempatan untuk terus berbuat dosa. Itu sebabnya mereka tidak berjuang dengan sepenuh hati untuk berproses dalam pembaharuan hidup yang sesuai dengan kehendak Kristus. Di II Petr. 3:9, firman Tuhan berkata: “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”. Jadi manakala Allah tidak segera menghukum segala kesalahan dan dosa kita sebenarnya bertujuan agar kita diberi kesempatan untuk bertobat dengan mengubah diri sesuai dengan kehendak Kristus. Sebab manakala saatnya tiba, maka Allah akan menghukum setiap orang dan kuasa alam ini dengan kehancuran kosmis sehingga tidaklah mungkin setiap orang yang berdosa dapat melarikan diri dari hadapanNya. Tetapi bagi orang percaya yang hidup dalam proses pembaharuan hidup oleh kuasa Roh, mereka tidak sedang menantikan penghukuman dari Allah yang membinasakan, tetapi menantikan datangnya langit dan bumi yang baru. II Petr. 3:13 berkata: “Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran”.

Dengan demikian makna “bersama Yesus sang Messias, kita menghadirkan dunia baru” sesungguhnya telah dimulai dalam karya keselamatan dan penebusan Kristus. Realitas dunia baru tidak dimulai kelak di akhir zaman, tetapi telah dimulai pada kehidupan Kristus. Sebagai konsekuensinya kehidupan Kristus juga seharusnya dinyatakan dalam kehidupan kita pada masa kini. Ini berarti kita dipanggil untuk terus-menerus menghadirkan karya keselamatan dan penebusan Kristus dalam kehidupan di masa kini. Sehingga makna kehidupan masa kini bukan sekedar tersedianya suatu kesempatan untuk melanjutkan hidup yang ditandai oleh berbagai kesibukan, pekerjaan, meniti karier dan tercapainya kesejahteraan keluarga. Tetapi masa kini merupakan kesempatan yang berharga bagi kita untuk mengalami proses pembaharuan hidup yang ditandai oleh pertobatan dan pengudusan diri sebagai anak-anak Allah. Dengan pembaharuan hidup yang demikian maka segala kesibukan, pekerjaan, meniti karier dan kesejahteraan keluarga pada hakikatnya didasarkan kepada panggilan hidup kudus yang tak bercacat dan tak bernoda di hadapan Allah serta sesama. Kesibukan kita dalam bekerja bukan lagi sekedar manifestasi dari ambisi diri untuk memperoleh rezeki sebanyak-banyaknya, tetapi juga agar kehidupan kita dapat menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita. Upaya kita untuk meniti karier tidak dilakukan sekedar untuk pengembangan diri, tetapi juga sebagai pelatihan diri kita mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Kecintaan kita kepada keluarga bukan sekedar suatu ungkapan kasih untuk melengkapi berbagai kebutuhan ekonomis dan fasilitas yang dibutuhkan oleh para anggota keluarga, tetapi juga untuk membawa mereka agar dapat berjumpa secara pribadi dengan Kristus.

Panggilan
Jika demikian, apakah setiap diri kita telah menjadi bentara Kristus sebagaimana yang telah dilakukan oleh Yohanes Pembaptis? Apakah kita sungguh-sungguh memaknai setiap “hari ini” dengan melaksanakan karya keselamatan Allah? Ataukah hidup kita sering begitu larut dengan berbagai keramaian dan kenikmatan dunia, sehingga kita tidak terlalu peka untuk mendengar firman dan kehendak Tuhan yang sering memanggil kita? Jika demikian, mari kita hayati lebih mendalam suara panggilan Tuhan yang sering hadir dalam kesunyian hidup ini. Sehingga kita dapat mengubah kesunyian hidup menjadi kenyataan hidup yang berkualitas dan penuh dengan kasih. Amin.

Wednesday, December 14, 2011

We Are The Reason


As little children we would dream of Christmas morn
Of all the gifts and toys we knew we'd find
But we never realized a baby born one blessed night
Gave us the greatest gift of our lives

*We were the reason that He gave His life
We were the reason that He suffered and died
To a world that was lost He gave all He could give
To show us the reason to live

As the years went by we learned more about gifts
The giving of ourselves and what that means
On a dark and cloudy day a man hung crying in the rain
All because of love
All because of love

*Chorus

I finally found the reason for living
It's in giving every part of my heart to Him (every part to Him)
Find More lyrics at www.sweetslyrics.com
And all that I do every word that I say (you know I'll be saying)
I'll be giving my all just for Him, for Him (every thing for Him)

We are the reason that He gave His life
We are the reason that He suffered and died
To a world that was lost He gave all He could give (all that he could give all)
To show us the reason to live

#He is the reason to live
(don't you know do you know the reason
that he came, oh he came to save us
when he gave his life for us) he suffered and died
To a world that was lost He gave everything (everything that He had He gave)
To show us the reason to live

*chorus + # together
Don't know how I could thank Jesus all that he had all..
*chorus + # together 

Joy To The World

Joy to the world  ditulis pada tahun 1719 oleh Isaac Watts. Lagu ini sangat terkenal di seluruh dunia, dan sangat sering dinyanyikan pada malam-malam Natal.



Joy to the world
The Lord has come
Let earth receive her King
Let every heart prepare Him room
And heaven and nature sing
And heaven and nature sing
And heaven and heaven and nature sing

Joy to the world
The Lord has come
Let earth receive her King
Let every heart prepare Him room
And heaven and nature sing
And heaven and nature sing
And heaven and heaven and nature sing

Joy to the earth
The Savior reigns
Let men their songs employ
While fields and floods
Rocks, hills, and plains
Repeat the sounding joy
Repeat the sounding joy
Repeat, repeat the sounding joy

Joy to the world
All the boys and girls
Joy to the people everywhere you see
Joy to you and me

Joy to the world
All the boys and girls
Joy to the people everywhere you see
Joy to you and me

He rules the world
With truth and grace
And makes the nations prove
The glories of His righteousness
And wonders of His love
And wonders of His love
And wonders, wonders of His love

Joy to the world
All the boys and girls
Joy to the people everywhere you see
Joy to you and me

Joy to the people everywhere you see
Joy to you and me



The Prayer


The Prayer
I pray you’ll be our eyes, and watch us where we go.
And help us to be wise in times when we don’t know
Let this be our prayer, when we lose our way
Lead us to the place, guide us with your grace
To a place where we’ll be safe
La luce che tu hai
I pray we’ll find your light
nel cuore restera
and hold it in our hearts.
a ricordarci che
When stars go out each night,
eterna stella sei
The light you have
I pray we’ll find your light
will be in the heart
and hold it in our hearts.
to remember us that
When stars go out each night,
you are eternal star
Nella mia preghiera
Let this be our prayer
quanta fede c’e
when shadows fill our day
How much faith there’s
Let this be our prayer
in my prayer
when shadows fill our day
Lead us to a place, guide us with your grace
Give us faith so we’ll be safe
Sognamo un mondo senza piu violenza
un mondo di giustizia e di speranza
Ognuno dia la mano al suo vicino
Simbolo di pace, di fraternita
We dream a world without violence
a world of justice and faith.
Everyone gives the hand to his neighbours
Symbol of peace, of fraternity
La forza che ci da
We ask that life be kind
e il desiderio che
and watch us from above
ognuno trovi amor
We hope each soul will find
intorno e dentro se
another soul to love
The force his gives us
We ask that life be kind
is wish that
and watch us from above
everyone finds love
We hope each soul will find
around and inside
another soul to love
Let this be our prayer
Let this be our prayer, just like every child
Need to find a place, guide us with your grace
Give us faith so we’ll be safe
Need to find a place, guide us with your grace
Give us faith so we’ll be safe
E la fede che
hai acceso in noi,
sento che ci salvera
It’s the faith
you light in us
I feel it will save us


O Holy Night

Sebuah lagu yang bukan asing bagi kita, apalagi dibulan menyambut kelahiran Kristus sang penebus.Sungguh sebuah lagu yang menyentuh hati, dan membuat merinding. banyak pengamat mengatakan bahwa tidak ada seorang penyanyi pun yang mam pu menyanuikan lagu ini sebaik Celine Dion menyanyikannya.


"O Holy Night"

O Holy night, the stars are brightly shining
It is the night of our dear Savior's birth
Long lay the world in sin and error pining
Til He appeared and the soul felt it's worth
A thrill of hope the weary world rejoyces
For yonder breaks a new and glorious morn
Fall on your knees

O hear the angel voices
O night divine!
O night when Christ was born
O night divine!
O night, O night divine!

And in His Name, all oppression shall cease
Sweet hymns of joy in grateful chorus raise we
Let all within us praise his holy name
Christ is the Lord!
Their name forever praise we

Noel, Noel
O night, O night Divine
Noel, Noel
O night, O night Divine
Noel, Noel
O night, O holy Divine


Tuesday, December 13, 2011

PETIKAN DARI ALKITAB

Semua aliran penganut agama kristian memegang Alkitab yang sama. Namun Kitab Suci bagi penganut Agama Kristian, bagi Aliran Utama Katolik, alkitab ditandai dengan perkataan "DEUTEROKANONIKA". Ini bermakna tanpa perkataan itu dikulit depan Alkitab, itu adalah bukan Alkitab pengangan Katolik.

PETIKAN

Perjanjian Lama

"Aku menanti penyelamatan daripada Mu, ya Tuhan"(Kej. 49:18)

"Siapakah yang memberikan mulut kepada manusia? Siapakah yang membuat manusia bisu atau tuli? Siapakah yang membuat manusia celik atau buta? Aku, Tuhan". (Kel. 4:11)

"Bersiaplah untuk hari lusa, dan sementara ini kamu tidak boleh bersetubuh" (Kel. 19:15)

"Jangan sebut nama Ku untuk maksud yang jahat kerana Aku Tuhan, Allah kamu, menghukum sesiapa sahaja yang menyalahgunakan nama Ku". ( Kel. 20:7)

"Jangan berlaku kejam terhadap balu atau anak yatim piatu". (kel. 22:22)

"Jangan berat sebelah apabila seorang miskin diadili di mahkamah" (Kel.23:3)

"Aku Tuhan, Allah yang penuh dengan rahmat dan belas kasihan". (Kel. 34:6)

"Jangan engkau dan anak-anakmu masuk ke dalam Khemah Tuhan setelah minum wain ataupun minuman keras" (Im.10:9)

"Jangan sebarkan fitnah tentang orang lain" (Im. 19:16)

"Jangan tipu sesiapa pun dengan menggunakan ukuran, timbangan, atau sukatan yang salah" (Im. 19:35)

Hari Sabat itu hari yang dikhaskan bagi Tuhan, di mana sahaja kamu tinggal. (Im. 23:3)

Tiada mantera ataupun ilmu sihir yang dapat menentang Israil. (Bil.23:23)

Dia lebih berkuasa daripada tuhan-tuhan orang Mesir. (Bil. 33:4)

"Jangan tergoda untuk menyembah dan mengabdi kepada yang kelihatan di langit, iaitu matahari, bulan, dan bintang" ( Ul. 4:19)

"Kasihilah Tuhan, Allah kamu dengan segenap hati: Tunjukkanlah kasih itu dalam cara hidup dan perbuatan kamu". ( Ul. 6:5)

"Ingatlah bahawa Tuhan, Allah kamu itulah yang menjadikan kamu kaya" (Ul. 8:18)

"Jangan takut! Walaupun kamu sudah melakukan perkara yang jahat, jangan belakangi Tuhan." (1 Sam. 12:20)

"Aku tidak menilai orang seperti cara manusia menilai orang. Manusia melihat rupa tetapi Aku melihat Hati" (1 Sam. 16:7)

Walaupun Allah menyakitimu, Dia akan mengubatimu: tangannya yang melakukan, tangannya juga yang akan menyembuhkan. ( Ayb. 5:18)

Allah tidak pernah meninggalkan orang yang setia. (Ayb. 8:20)

Allah menegur ajar orang dengan penyakit sehingga badan mereka penuh rasa sakit. (Ayb. 33:19)

"Orang miskin ditindas, dan orang yang dianiaya mengerang. Maka sekarang juga Aku datang memberikan ketenteraman yang diingini mereka" Maz. 12:6)

Engkaulah Tuhanku; tiada yang baik bagiku selain Engaku. (Maz. 16:2)



source : http://www.ourchurch.com/view/?pageID=367248

Waktu Buat Tuhan

Bacalah kalau kamu punya waktu khusus buat Tuhan
oleh : Erma (suerma_adhisa@yahoo.co.id)


Suatu hari satan dan Yesus sedang ngobroL baReng.

Satan baru saja dikeluarkan dari Taman Eden, dan ia sedang BT...

Satan berkata Iya Sir, saya baru saja melihat dunia dengan banyak manusia di bawah sana. Saya memasang perangkap dan menggunakan umpan. Saya yakin mereka ga bisa menolaknya. Saya akan mendapatkan mereka smua!

Yesus berkata, Apa yang akan kamu lakukan kepada mereka?’

Satan menjawab, ’Oh, saya akan bersenang-senang! Saya akan mengajar mereka bagaimana untuk menikah dan bercerai dengan sesamanya, bagaimana untuk mabok, merokok dan mengutuk sesamanya. Saya akan ajari mereka cara membuat senjata, bom dan cara membunuh sesamanya. Saya benar – benar akan bersenang-senang.

Yesus : ’Dan apa yang kamu lakukan ketika semua itu telah kamu ajarkan kepada mereka?

Satan : Oh,, saya akan bunuh mereka

Yesus bertanya, Berapa harga yang harus dibayar untuk menebus mereka?


Satan : Oh, Kamu tidak akan menginginkan mereka. Ga ada bagusnya mereka.

Lihat, mereka akan meludahiMu, mengutukiMu dan membunuhMu.

Kamu tidak akan menginginkan mereka!!

Yesus bertanya lagi, ”Berapa harganya?”

Satan melihat Tuhan dan berkata, ”Semua darah, air mata dan hidupMu.”

Yesus berkata dengan tegas ”BAIK!”

Lalu Ia membayar harga tersebut.

Bukankah lucu bagaimana manusia semudah itu membuang Tuhan dan bertanya kenapa dunia seperti neraka?

Bukankah lucu bagaimana seseorang berkata “Saya percaya Yesus” tapi tetap mengikuti jalan Satan ?

Bukankah lucu bagaimana kamu bisa memforward ribuan cerita lucu lewat email dan mereka tersebar dengan san get cepat, teteappi ketika kamu memforward message tentang Tuhan, kamu berpikir dua kali untuk membagikannya?

Bukankah lucu bagaimana Saya jadi

tambah kuatir dengan apa yang orang

lain pikir dari pada apa yang Tuhan

pikir tentang saya?

Saya berdoa, buat semua yang

memforward message ini, mereka akan

diberkati melimpah oleh Tuhan dengan

cara yang spesial untuk mereka.

Dan Jika Kamu Cinta Kepada Tuhan...

Dan, tidak malu kepada smua

perbuatanNya yang ajaib yang telah

diperbuatNya kepadamu..

forward ini dengan

judul 'Baca kalau kamu punya waktu

khusus buat Tuhan'



Keyakinan

Jika engkau meletakkan imanmu hanya dalam Kristus, dan meninggal malam ini, apakah engkau tahu dengan pasti engkau akan ke surga?
Yesus berkata:
"Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup." Yohanes 5:24



Sesungguhnya Aku berkata kepadamu . . . Yakinkah engkau tentang Yesus?
Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu . . . Sudahkah engkau mendengar perkataan Kristus di halaman-halaman buku ini?
Dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku . . . Apakah engkau percaya bahwa Allah mengutus Yesus mati bagimu?
Mempunyai hidup yang kekal . . . Apakah ini mengatakan bahwa engkau akan menerimanya nanti atau engkau sudah mendapatkannya?
Dan tidak turut dihukum . . . Apakah Alkitab mengatakan "mungkin tidak" atau "tidak akan"?
Sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Pada saat apakah seseorang pindah dari dalam maut ke dalam hidup?

Menurut ayat ini, bagaimanakah engkau bisa yakin bahwa engkau sudah sungguh-sungguh diselamatkan?
Engkau bisa yakin bahwa engkau benar-benar sudah diselamatkan jika hidupmu mulai berubah, menunjukkan bahwa Allah sudah masuk kedalam hidupmu.
Engkau bisa yakin bahwa engkau benar-benar sudah diselamatkan jika di tahun-tahun mendatang engkau masih berjalan dengan Kristus.
Engkau bisa yakin bahwa engkau benar-benar sudah diselamatkan jika engkau menghasilkan buah pekerjaan baik.
Engkau bisa yakin bahwa engkau benar-benar sudah diselamatkan jika engkau sudah mendengar injil dan mempercayainya.
(Juga lihat 1Yohanes 5:10-13).



Source : http://www.creationism.org/gospel/bahasa/Gospel07.htm

Monday, December 12, 2011

PADA WAKTU PAGI AKU MENCARIMU

Robert Murray McChyeyne


Orang-orang yang telah berbuat paling banyak bagi Allah di dalam dunia ini, sudah berlutut di hadapan Allah lebih dulu pada waktu pagi. ia yang membuang waktu paginya yang penuh dengan kesempatan baik dan kesegarannya, dan yang mengisinya dengan usaha-usaha lain daripada mencari Allah, akan kurang berhasil di dalam mencari Dia pada sisa hari itu. Jika Allah tidak menjadi pikiran dan usaha kita yang pertama di waktu pagi, maka ia akan berada pada tempat terakhir dalam sisa hari itu.
 Yang mendorong bangun dan berdoa pada waktu pagi adalah keinginan yang meluap-luap untuk mencari Allah. Keengganan di waktu pagi adalah tanda hati yang tak berdaya. Hati yang terlambat dalam mencari Allah di waktu pagi telah kehilangan kesukaannya akan Allah. Hati Daud bernyala-nyala mencari Allah. Ia lapar dan dahaga akan Allah, dan itulah sebabnya ia mencari Allah di waktu pagi sebelum fajar menyingsing. Kristus sendiri rindu akan persekutuan dengan Allah Bapa, dan itulah sebabya ia bangun pagi-pagi benar naik ke gunung untuk berdoa disana. Murid-muridNya apabila mereka bangun dan menjadi malu karena keterlambatan mereka, mereka akan mengetahui di mana mereka dapat menemukan Dia.

Suatu kerinduan akan Allah yang tidak dapat memutuskan belenggu ketiduran adalah suatu hal yang lemah, dan tidak akan berbuat baik bagi Allah. Kerinduan akan Allah yang yang didahului oleh setan dan dunia pada permulaan setiap hari, tak akan pernah mendapatkan Allah.

Memang, bukan semata-mata hal bangun pagi saja yang menempatkan manusia di garis depan dan menjadikan mereka jenderal-jenderal tentara Allah, tetapi juga keinginan yang meluap-luap, yang dikuasai oleh Allah dan yang mematahkan semua belenggu memanjakan diri sendiri. Hal bangun pagi itu memberikan jalan keluar, meningkatkan dan menguatkan keinginan itu. Jika mereka tetap berbaring di tempat tidurdan memanjakan diri mereka sendiri, keinginan itu akan menjadi dingin dan padam. Keinginan itu membangkitkan mereka dan menempatkan mereka pada usaha bagi Allah, dan karena mereka memperhatikan dan bertindak menurut panggilan Allah, maka hal itu juga menberikan kekuatan iman mereka dan memberi hati mereka yang termanis dan penuh pernyataan Allah. Kekuatan iman dan kepenuhan pernyataan Allah yang menjadikan mereka oran-orang saleh oleh keunggulan dan cahaya kesalehan mereka telah menerangi kita, dan kitapun telah memasuki kesukaan kemenangan mereka. Tetapi sayangnya kita mengutamakan kesukaannya dan bukan apa yang dihasilkannya. Kita membangun kubur-kubur mereka dan menulis peringatan-peringatan pada batu nisan mereka, dan kita tidak mau mengikuti teladan mereka.
Kita memerlukan suatu generasi pengkohotbah ataupun pendeta-pendeta yang sungguh-sungguh mencari Allah, dan mencariNya pada waktu pagi, yang membiarkan permulaan dan kesegaran serta usaha-usaha mereka bagi Allah, lalu menerima kembali kesegaran dan kepenuhan kuasaNya, sehingga ia dapat menjadi bagaikan embun pagi bagi mereka penuh kegembiraan dan kekuatan dalam segala kepanasan, dan kelelahan pekerjaan sepanjang hari itu. Kemalasan kita dalam mencari Allah adalah teriakan dosa kita. Anak-anak dunia ini jauh lebih cerdik daripada kita. Mereka bangun pagi-pagi dan sudah siap di tempat kerja dan bekerja terus menerus sampai jauh malam. Kita tidak mencari Allah dengan semangat dan kerajinan yang bergelora. Tidak ada seorangpun akan mendapatkan Allah jika ia tidak dengan giat mengikuti Dia, dan tidak ada satu jiwapun yang dengan giat mengikuti Allah jika ia tidak mencariNya di waktu pagi.

(Kuasa Karena Doa, E.M.Bounds)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More