Wednesday, December 31, 2008

Keajaiban Alkitab


Penatua M. Russell Ballard
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

Kami adalah orang-orang yang percaya secara sungguh-sungguh dan sepenuhnya Tuhan serta Juruselamat Yesus Kristus, dan firman-Nya yang telah diwahyukan melalui Alkitab.

Penatua M. Russell BallardBrother dan sister, Alkitab adalah sebuah keajaiban! Adalah keajaiban bahwa sejarah Alkitab selama 4000 tahun yang suci dan duniawi telah dicatat serta dilindungi oleh para nabi, rasul, dan pendeta.

Adalah keajaiban bahwa kita memiliki kekuatan ajaran, asas, ayat, dan kisah Alkitab. Namun melebihi segalanya, adalah keajaiban bahwa kita memiliki sebuah catatan mengenai kehidupan, pelayanan, dan firman Yesus, yang dilindungi dari Masa Kegelapan serta konflik dari banyak generasi agar kita dapat memilikinya saat ini.

Adalah keajaiban bahwa Alkitab benar-benar berisi Roh Kristus yang mempertobatkan dan menyembuhkan, yang telah mengubah hati manusia selama berabad-abad, yang membimbing mereka untuk berdoa, untuk memilih jalan yang benar, dan mencari untuk menemukan Juruselamat mereka.

Penatua M. Russell Ballard
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

Kami adalah orang-orang yang percaya secara sungguh-sungguh dan sepenuhnya Tuhan serta Juruselamat Yesus Kristus, dan firman-Nya yang telah diwahyukan melalui Alkitab.

Penatua M. Russell BallardBrother dan sister, Alkitab adalah sebuah keajaiban! Adalah keajaiban bahwa sejarah Alkitab selama 4000 tahun yang suci dan duniawi telah dicatat serta dilindungi oleh para nabi, rasul, dan pendeta.

Adalah keajaiban bahwa kita memiliki kekuatan ajaran, asas, ayat, dan kisah Alkitab. Namun melebihi segalanya, adalah keajaiban bahwa kita memiliki sebuah catatan mengenai kehidupan, pelayanan, dan firman Yesus, yang dilindungi dari Masa Kegelapan serta konflik dari banyak generasi agar kita dapat memilikinya saat ini.

Adalah keajaiban bahwa Alkitab benar-benar berisi Roh Kristus yang mempertobatkan dan menyembuhkan, yang telah mengubah hati manusia selama berabad-abad, yang membimbing mereka untuk berdoa, untuk memilih jalan yang benar, dan mencari untuk menemukan Juruselamat mereka.
source : http://www.lds.org/conference/talk/display/0,5232,23-11-700-29,00.html

Tuesday, December 23, 2008

Indah Pada Waktu-Nya

Setiap manusia pernah merasakan suka, duka, namun terkadang duka yang dirasakan sering kali merusak keyakinan akan sesuatu yang telah di percayai. Bencana , musibah, selalu datang silih berganti, dan tidak ada yang bisa menduga kapan akan terjadi. Saat ini aku sedang diselimuti mendung kelam, dan bertanya “Benarkah Tuhan itu ada?”, “Benarkah Yesus itu Mesias?”, “Benarkah Bapa Di Surga Mengasihi Umatnya????”..
Nyawa, kesehatan, keselamatan, rejeki,dan mungkin semua yang di kehendaki oleh manusia datangnya dari Tuhan, tapi mengapa Ia mencabut nyawa manusia, memberi bayi yang cacat kepada seorang ibu, tidak adanya rejeki yang datang meski telah letih berusaha keras, yang membuat seorang bapak melakukan kejahatan.
Mesias, penebus dosa manusia, jika benar adanya bahwa dosa – dosa manusia sudah ditebus, tapi mengapa sampai sekarang ini masih banyak manusia yang menderita, menderita kelaparan, kemiskinan, yang sebagian besar mereka sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Apakah karena korupsi yang merajalela di negeri? , apakah karena kondisi prekonomian di negara yang belumstabil? Atau apakah memang dosa kita sebai umat manusia tidak cukup ditebus oleh putra-NYA yang tunggal Yesus yang telah mati di kayu salib????.
Beribu doa dan harapan di lanturkan, namun hanya sebagian dari mereka yang di dengar doanya, apa Tuhan itu pilih kasih, hanya mendengar mereka yang kaya?, atau hanya mendengar mereka yang pelayanan nya banyak? Seperti kesaksian Nick yang berkata “Indah Pada Waktun-NYA” , tapi apa manusia masih punya cukup waktu untuk menunggu indah pada waktu-NYA (TUHAN) tersebut???...
Namun di balik penderitaan dan kekecewaan, kita selalu lupa bahwa setiap harinya Tuhan telah memberi lebih dari apa yang kita butuhkan, matahari , udara , air, semua itu adalah pemberian-NYA, dan satu hal penting manusia sering lupa adalah “Nafas Kehidupan Yang Diberikan Tuhan”, tidak peduli mereka kaya, miskin, cacat, kita semua memiliki kehidupan. Dan saya yakin jika kita hidup dengan mensyukuri pemberian-Nya setiap hari, kita pasti bisa mendapatkan semua janji Tuhan.,karena saya sebagai kristen hidup untuk percaya, berdoa, dan menunggu bahwa “Indah pada waktu-Nya” akan tiba.
AMIN…..

Sunday, December 7, 2008

TUHAN YESUS SEGERA DATANG

Syallom saudara2 dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus,
Melihat pada kejadian saat2 ini, seperti pembataian terhadap umat Tuhan di India, dikeluarkannya undang-undang hukuman mati bagi mereka yang berpindah agama (hal ini terjadi di wilayah iran dan sekitarnya) yang diakibatkan oleh karena banyak mayoritas pemeluk agama di negara tersebut berpindah ke kristen atau menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan Yesus, dan yang terbaru adalah hebohnya masalah kartun yang muncul belakangan ini yang dianggap sudah melecehkan agama tertentu.

Hal yang ingin saya garis bawahi adalah mengenai pembataian terhadap umat Tuhan di India.
Sungguh sangat ajaib Tuhan bekerja karena saya renungkan di lain pihak umat Tuhan mulai dikejar dan dibunuh di India, namun di pihak lain Tuhan Yesus justru memanggil anak2 baru melalui mimpi2 dan penglihatan2 setelah mereka mendengarkan suatu siaran radio kristen (sumber dapat dilihat di tabloid reformata) jadi dapat dikatakan bahwa 1 orang percaya mati dibunuh maka muncul 10 bahkan lebih orang percaya dibangkitkan melalui perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus. Hal ini juga mengingatkan saya dimana Tuhan Yesus pada saat dihina,disalib,mati dan bangkit pada saat itu pula muncul 12 murid yang akhirnya menerima kepenuhan Roh Kudus untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia (walaupun mereka sudah mengikuti Tuhan Yesus, namun pada saat Tuhan Yesus ditangkap merekapun melarikan diri).
Saudara2ku mari kita tetap doakan anak2 Tuhan yang sekarang sedang mengalami cercaan,kecaman,aniaya dan bahkan sampai pembunuhan, untuk selalu dikuatkan dan selalu mengedepankan kasih Tuhan kepada mereka yang menganiaya sehingga akan banyak lagi mereka yang akan datang kepada Tuhan Yesus melalui kasih yang kita berikan kepada mereka yang tidak mengenal siapa Tuhan kita.

Tuhan sekarang sedang mempersiapkan anak2Nya agar pada saat Tuhan Yesus datang menjemput kita, kitapun siap menyambutNya di awan2,oh haleluya, terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus yang akan segera melepaskan kita dari kesengsaraan besar yang akan terjadi di dunia ini sebelum kedatanganNya menghancurkan antrikris. Yang penting disini adalah bagaimana kita menghadapi gejolak masalah di dunia saat ini yaitu dengan tetap beriman dan berharap kepada Tuhan Yesus jgn sampai pada saat Tuhan datang kita dalam keadaan yang sedang tidak siap oleh karena itu persiapkanlah diri kita dengan tetap mendengarkan,merenungkan dan melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari dengan penuh kasih terhadap sesama dengan kata lain hukum kasih yang Tuhan Yesus ajarkan agar benar2 dilakukan oleh anak2 Tuhan di masa2 sekarang ini sampai pada kedatanganNya.

Source : http://www.jawaban.com/forum/viewtopic.php?t=11824

Saturday, November 29, 2008

Makna Natal

Oleh
Pdt Mangapul Sagala
Seorang pernah mengatakan: “Christmas means a different thing for a different person”. Natal memiliki makna yang berbeda untuk orang yang berbeda. Saya kira pernyataan tersebut tidak dapat disangkal.
Saya bersyukur pernah tinggal selama kira-kira sepuluh tahun di Singapura, yaitu sebuah negara yang sangat sekuler. Dalam kurun waktu tersebut, saya menyaksikan bagaimana negara tersebut sedemikian meriah dan indah pada bulan Desember. Sejak akhir bulan November, lagu-lagu Natal sudah terdengar, baik di hotel, restoran dan pusat-pusat perbelanjaan. Suasananya memang sangat jauh berbeda dari bulan-bulan sebelumnya.
Namun apa artinya semua itu? Menurut pengamatan saya, Natal lebih bernuansa business daripada kerohanian.
Barangkali, untuk seorang anak kecil, Natal berarti hadiah, di mana pada saat Natal, dia selalu mendapatkan barang baru, seperti baju baru, sepatu baru. Tanpa semua itu, rasanya, Natal belum tiba. Hal seperti itu juga yang menjadi pengalaman penulis di masa kecil.
Bagi aktivis Gereja, barangkali Natal berarti melakukan berbagai macam kesibukan, mulai dari menghias Gereja dengan berbagai dekorasi yang indah dan asesoris yang mahal, termasuk menghias pohon terang. Selain itu, ada juga kesibukan paduan suara, latihan drama, latihan menari atau berbagai jenis aktivitas lainnya. Memang, dalam kenyataannya, aktivitas anggota jemaat meningkat tajam selama Desember.
Namun, pertanyaan kritis dapat diberikan. Apakah tanpa semua itu, Natal menjadi tidak sah? Apakah orang-orang yang sibuk, bahkan dapat disebut super sibuk selama Natal telah menjamin adanya Natal yang sejati?
Dalam kenyataannya, tidak demikian. Ada cukup banyak orang yang setelah sibuk dengan berbagai kegiatan Natal, selain mengalami kelelahan, tidak mengalami apa-apa. Segera setelah Desember lewat dan memasuki Januari, segala kesibukan tersebut berakhir, simbol-simbol Natal, seperti pohon terang pun tidak lagi terlihat.
Namun apa yang masih sisa? Barangkali, jawabnya bisa sangat menyedihkan. Tidak ada yang tersisa. Hati kosong, tetap kosong dan bahkan semakin kosong. Orang-orang yang berbuat dosa, tetap berbuat dosa! Dalam kondisi demikian, Natal bukan saja menjadi tidak bermakna, tapi bahkan sesat makna.

Natal Sesungguhnya
Dalam kondisi seperti di atas, Gereja dan umat harus terus-menerus waspada agar tidak terjerat kepada kegiatan dan rutinitas semata. Untuk itu, Gereja harus melepaskan diri dari berbagai pengaruh dunia yang negatif serta terus-menerus kembali kepada Alkitab. Dengan demikian, umat dapat memahami makna Natal yang sesungguhnya.
Alkitab dengan sangat jelas mewartakan adanya makna Natal yang bersifat objektif. Maksudnya, melalui kelahiran Yesus Kristus di hari Natal tersebut, sesuatu hal yang sangat penting dan mendasar terjadi kepada manusia berdosa.
“Karena Allah sedemikian mengasihi isi dunia ini, sehingga Ia telah memberikan AnakNya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh.3:16). Itulah kabar baik yang sangat penting dan mendasar diwartakan di dalam Injil Yohanes. Dengan perkataan lain, manusia yang seharusnya binasa karena dosa, beroleh pengampunan dan keselamatan yang pasti.
Sesungguhnya, keselamatan dan hidup kekal tersebut adalah suatu anugerah yang sangat berharga yang tidak mungkin dapat dibeli dengan uang atau dicapai dengan kemampuan manusia. Hidup kekal tersebut, juga tidak dapat diberikan oleh agama dan keyakinan apapun.
Namun, sangat disayangkan, sekalipun berita Alkitab tersebut sangat jelas, dalam kenyataannya, banyak orang yang setelah merayakan Natal tetap saja tidak memiliki keyakinan akan pengampuan dosa serta kehidupan yang kekal.
Hal itulah yang pernah disaksikan oleh seorang nenek yang telah berusia lanjut. Ketika seorang pendeta bertanya ke mana jiwanya setelah meninggal, dengan ringan nenek tersebut menjawab: “Tidak tahu”.
Kiranya hal seperti itu tidak terjadi kepada kita semua. Sebaliknya, kita menunjukkan bahwa sesungguhnya segala kesibukan tersebut di atas keluar sebagai ungkapan syukur karena telah mengalami karyaNya yang sangat ajaib tersebut.
Tidak saja demikian, kehidupan seluruh umat yang telah mengalami keselamatan tersebut, harus terus-menerus diilhami oleh teladan Yesus Kristus yang sedemikian sempurna. Keteladanan Yesus tersebut sangat diperlukan dalam membangun masyarakat dan bangsa yang sedang mengalami berbagai macam krisis kehidupan.
Teladan seperti apa? Teladan Yesus yang hidup mengasihi, memang sangat diperlukan dalam dunia yang penuh kebencian dan persaingan. Teladan Yesus yang rela berkorban dan semangatNya memberi diri bagi kebaikan sesama, merupakan hal lain yang sangat penting dan mendesak untuk kita miliki, khususnya di dalam dunia yang semakin egois dan tidak perduli kepada sesama.
Akhirnya, teladan kesederhanaanNya, juga sangat diperlukan dalam zaman yang sangat menonjolkan dan membanggakan kemewahan ini. Di tengah-tengah gaya hidup yang semakin wah dan gemerlapan, ada satu fakta dan realita yang penting untuk direnungkan: Tuhan dan Juruselamat dunia, lahir di dalam palungan.
Seorang rekan pernah memberikan sebuah pernyataan yang sangat mengesankan: “Satu-satunya Pribadi yang dapat memilih tempat kelahiranNya, memilih lahir di palungan”. Jika demikian, teladan siapa yang sedang kita ikuti?

source : http://www.sinarharapan.co.id/berita/0712/22/opi04.html

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More